4ayesha

Daripada ABU HURAIRAH r.a, RasuluLLah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang menyeru (manusia) kepada hidayah, maka baginya pahala sebanyak pahala yang diperolehi oleh orang-orang yang mengikutnya tanpa dikurangi sedikitpun pahala mereka." Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab al-'Ilm (2674), Imam Malik dalam Muattha'(2674), Ahmad (9171), Abu Dawud (4609), Turmudzi (2674), ad-Darimi (513), ibnu Majah (206), ibnu Hibban (112), al-Bagahwi (109)

Followers





“Ya Allah, sesungguhnya kami bermohon pertolongan Mu, kami meminta ampun kepada Mu, kami memohon petunjuk dari Mu, kami beriman kepada Mu, kami berserah kepada Mu dan kami memuji Mu dengan segala kebaikan, kami mensyukuri dan tidak mengkufuri Mu, kami melepaskan diri daripada sesiapa yang durhaka kepada Mu.

Ya Allah, Engkau yang kami sembah dan kepada Engkau kami bersalat dan sujud, dan kepada Engkau jualah kami datang bergegas, kami mengharap rahmat Mu dan kami takut akan azab Mu kerana azab Mu yang sebenar akan menyusul mereka yang kufur Ya Allah, Muliakanlah Islam dan masyarakat Islam. Hentikanlah segala macam kezaliman dan permusuhan, Bantulah saudara-saudara kami di mana sahaja mereka berada. Angkatlah dari mereka kesusahan, bala, peperangan dan permusuhan.

Ya Allah, selamatkanlah kami dari segala keburukan dan janganlah Engkau jadikan kami tempat turunnya bencana, hindarkanlah kami dari segala bala kerana tidak sesiapa yang dapat menghindarkannya melainkan Engkau, ya Allah.”

Amin Ya Rabbal'alamin.



Maksudnya “Ya Allah, sesungguhnya kami bermohon pertolongan Mu, kami meminta ampun kepada Mu, kami memohon petunjuk dari Mu, kami beriman kepada Mu, kami berserah kepada Mu dan kami memuji Mu dengan segala kebaikan, kami mensyukuri dan tidak mengkufuri Mu, kami melepaskan diri daripada sesiapa yang durhaka kepada Mu.

Ya Allah, Engkau yang kami sembah dan kepada Engkau kami bersalat dan sujud, dan kepada Engkau jualah kami datang bergegas, kami mengharap rahmat Mu dan kami takut akan azab Mu kerana azab Mu yang sebenar akan menyusul mereka yang kufur Ya Allah, Muliakanlah Islam dan masyarakat Islam. Hentikanlah segala macam kezaliman dan permusuhan, Bantulah saudara-saudara kami di mana sahaja mereka berada. Angkatlah dari mereka kesusahan, bala, peperangan dan permusuhan.

Ya Allah, selamatkanlah kami dari segala keburukan dan janganlah Engkau jadikan kami tempat turunnya bencana, hindarkanlah kami dari segala bala kerana tidak sesiapa yang dapat menghindarkannya melainkan Engkau, ya Allah.”

[1] Bacaan Qunut Nazilah boleh dilakukan dalam rakaat terakhir selepas rukuk setiap kali solat.
[2] Sama-samalah kita berkongsi dengan rakan kita dan turut sama membacanya.

src : http://beliamuda.com/2010/05/bacaan-doa-qunut-nazilah/



We come to greet you
kami datang untuk menyapa kalian

for the coming of your Eid
atas datangnya hari raya (Idul Fitri) kalian

Asking why we don’t have Eid
(dan) bertanya mengapa kami tak bisa merayakan Idul Fitri

or ornaments like you
atau memiliki hiasan-hiasan seperti kalian

O people of the world,
Oh, penghuni dunia,

my land is burning
tanahku sedang membara

The land of freedom is stolen
tanah yang merdeka telah dirampas

Our sky is dreaming
langit kami bermimpi

and our days are asking
dan hari-hari kami bertanya

Where is the beautiful sun?
kemanakah matahari yang indah?

Where is the flap of doves?
kemanakah kepak-kepak sayap merpati?

O people of the world my land is burning
Oh penduduk dunia,

my land is burning
tanahku sedang membara

The land of freedom is stolen
tanah merdeka telah dirampas

My land is small, small like me
tanahku kecil, kecil sepertiku

Give us peace and give us our childhood
berilah kami kedamaian

and give us our childhood
dan berikanlah masa kanak-kanak kami

Give us our childhood,
berikanlah masa kanak-kanak kami

give us our childhood
berikanlah masa kanak-kanak kami

Give us our childhood,
berikanlah masa kanak-kanak kami

give us our childhood
berikanlah masa kanak-kanak kami

Give us …… , give us …… Give us peace
berikanlah…., berikanlah

Give us peace
berilah kami kedamaian

I am a child with something to say,
aku seorang anak kecil akan mengatakan sesuatu

Please listen to me
tolong dengarkanlah

I am a child who wants to play,
aku seorang anak kecil yang ingin bermain

Why don’t you let me.
mengapa tak kau ijinkan aku?

My doors are waiting,
pintu-pintuku menunggu

My friends are praying,
teman-temanku berdoa

Small hearts are begging,
hati-hati kecil ini memohon

Give us a chance,
berilah kesempatan

Give us a chance,
berilah kesempatan

Attuna Al-Salam
berilah kedamaian

Give us Peace
berilah kedamaian

src : http://softwaregratis.66ghz.com/?p=165



We were given so many prizes
We changed the desert into oasis
We built buildings of different lengths and sizes
And we felt so very satisfied
We bought and bought
We couldn't stop buying
We gave charity to the poor 'cause
We couldn't stand their crying
We thought we paid our dues
But in fact
To ourselves we're just lying

Oh...I'm walking with my head lowered in shame from my place
I'm walking with my head lowered from my race
Yes it's easy to blame everything on the west
When in fact all focus should be on ourselves

We were told what to buy and we'd bought
We went to London, Paris and Costa Del Sol
We made show we were seen in the most exlusive shops
Yes we felt so very satisfied

We felt our money gave us infinite power

We forgot to teach our children about history and honor
We didn't have any time to lose
When we were.. (were)
So busy feeling so satisfied

I'm walking with my head lowered in shame from my place
I'm walking with my head lowered from my race
Yes it's easy to blame everything on the west
When in fact all focus should be on ourselves

We became the visuals without a soul
despite the heat
Our homes felt so empty and cold
To fill the emptiness
We bought and bought
Maybe all the fancy cars
And bling will make us feel satisfied

My dear brother and sister
It's time to change inside
Open your eyes
Don't throw away what's right aside
Before the day comes
When there's nowhere to run and hide
Now ask yourself 'cause Allah's watching you

Is He satisfied?
Is Allah satisfied?
Is Allah satisfied?
Is Allah satisfied?

Oh..I'm walking with my head lowered in shame from my place
I'm walking with my head lowered from my race
Yes it's easy to blame everything on the west
When in fact all focus should be on ourselves



Every day we tell each other
That this day will be the last
And tomorrow we all can go home free
And all this will finally end
Palestine tomorrow will be free
Palestine tomorrow will be free

No mother no father to wipe away my tears
That’s why I won’t cry
I feel scared but I won’t show my fears
I keep my head high

Deep in my heart I never have any doubt
That Palestine tomorrow will be free
Palestine tomorrow will be free

I saw those rockets and bombs shining in the sky
Like drops of rain in the sun’s light
Taking away everyone dear to my heart
Destroying my dreams in a blink of an eye

What happened to our human rights?
What happened to the sanctity of life?

And all those other lies?
I know that I’m only a child
But is your conscience still alive

I will caress with my bare hands
Every precious grain of sand
Every stone and every tree
‘Cause no matter what they do
They can never hurt you
Coz your soul will always be free

Palestine tomorrow will be free
Palestine tomorrow will be free
Video & Lyrics Information

Artist: Maher Zain
Album: Thank You Allah
Lyrics: Maher Zain & Bara Kherigi
Melody: Maher Zain
Arrangement: Maher Zain & Hamza Namira
Copyright: Awakening Records 2009



"Oh Allah, Take This Oppressive, Jewish, Zionist Band Of People; Oh Allah, Do Not Spare A Single One Of Them; Oh Allah, Count Their Numbers, And Kill Them, Down To The Very Last One"

"Oh Allah, take your enemies, the enemies of Islam. Oh Allah, take the Jews, the treacherous aggressors. Oh Allah, take this profligate, cunning, arrogant band of people. Oh Allah, they have spread much tyranny and corruption in the land. Pour Your wrath upon them, oh our God. Lie in wait for them. Oh Allah, You annihilated the people of Thamoud at the hand of a tyrant, and You annihilated the people of 'Aad with a fierce, icy gale. Oh Allah, You annihilated the people Thamoud at the hand of a tyrant, You annihilated the people of 'Aad with a fierce, icy gale, and You destroyed the Pharaoh and his soldiers – oh Allah, take this oppressive, tyrannical band of people. Oh Allah, take this oppressive, Jewish, Zionist band of people. Oh Allah, do not spare a single one of them. Oh Allah, count their numbers, and kill them, down to the very last one."

src : http://www.jihadwatch.org/2009/01/muslim-reformist-oh-allah-take-this-oppressive-jewish-zionist-band-of-people-oh-allah-do-not-spare-a.html



Oleh Socialist Worker
Dari Socialist Worker, 23hb Mac 2002, Nombor 1792. Hak cipta Socialist Worker.
Diterjemahkan oleh Muhammad Salle

Siapakah rakyat Palestin?
Rakyat Palestin telah hidup selama beribu-ribu tahun di Palestin bersejarah. Kebanyakan daripada mereka dipaksa melarikan diri dari rumah-rumah mereka apabila Israel ditubuhkan pada tahun 1948. Mereka melarikan diri ke Tebing Barat, Gaza dan negara-negara Arab yang lain. Mereka telah menjadi pelarian sejak itu.

Terdapat lapan juta rakyat Palestin. Lima juta daripada mereka merupakan pelarian. Sejuta rakyat Palestin hidup di Gaza – lebih tiga perempat daripada mereka merupakan pelarian. Lebih kurang 1.6 juta rakyat Palestin hidup di Tebing Barat – 650,000 daripada mereka merupakan pelarian.

Mengapakah mereka menentang kerajaan Israel?
Israel diasaskan melalui ‘pembersihan bangsa’ seramai 750,000 rakyat Palestin dari rumah-rumah mereka. Amerika Syarikat mendesak rancangan pembahagian Persatuan Bangsa-Bangsa Bersatu bagi Palestin pada tahun 1947. Ia memaksa negara-negara kecil ke dalam perjanjian untuk memberikan 55 peratus daripada Palestin kepada penetap Israel, yang hanya merupakan 30 peratus daripada penduduk.

Ini tidak cukup bagi pihak Israel. Tentera Israel membunuh sekurang-kurangnya 300 penduduk Palestin di Deir Yassin pada bulan April 1948. Kumpulan-kumpulan bersenjata menggunakan pembunuhan ini untuk memaksa beribu-ribu rakyat Palestin yang lain untuk melarikan diri dari rumah-rumah mereka.

Israel diasaskan sebulan kemudian. Israel dikatakan ‘berperang’ dengan negara-negara Arab yang lain. Tetapi pemimpin Israel membuat perjanjian-perjanjian sulit dengan pemimpin-pemimpin Arab. Israel akhirnya merampas 77 peratus daripada tanah, sambil Jordan merampas Tebing Barat dan Mesir merampas Gaza. Israel kemudiannya merampas Tebing Barat dan Gaza pada tahun 1967.

Israel telah mencuri bekalan-bekalan air Palestin. Ia mengambil 75 peratus daripada air Tebing Barat dan Gaza. Seorang rakyat Israel menggunakan jumlah air yang sama dengan empat rakyat Palestin.

Terdapat 400,000 penetap Israel yang menduduki seluruh Kawasan-Kawasan Diduduki. Mereka mendiami kawasan-kawasan ketenteraan yang dikawal oleh tentera Israel. Kuasa-kuasa Israel seringkali mengepung kampung-kampung Palestin, menafikan mereka bekalan makanan dan keperluan-keperluan asas yang lain.

Pengepungan ini menghalang rakyat Palestin daripada melawat hospital untuk rawatan penting. Enam belas orang telah meninggal dunia sejak September 2000 kerana sebab ini. Ia adalah kemiskinan dan kenekadan seperti ini yang membuat beberapa rakyat Palestin berpusing kepada pengeboman pembunuhan diri sebagai cara untuk menyerang negara Israel.

Bukankah rakyat Israel dan juga Palestin bertanggungjawab untuk kehancuran kedamaian?
Proses kedamaian Oslo bermula pada tahun 1993. Ia dilihat oleh ramai orang sebagai peluang sejati bagi kedamaian di Timur Tengah. Proses ini bermula selepas pembangkitan Palestin yang pertama pada tahun 1987.

Sejak proses kedamaian itu tumbang pada tahun 2000 dan intifada (pembangkitan) baru bermula, lebih 1,000 rakyat Palestin telah dibunuh. Itu merupakan lebih lima kali ganda daripada jumlah rakyat Israel yang telah dibunuh.

Amerika Syarikat dan Israel menyalahkan Yasser Arafat, pemimpin Palestin, kerana menolak ‘perjanjian terbaik’ yang dia akan mendapat. Tetapi proses kedamaian ini merupakan penipuan. Ia adalah mengenai pengukuhan Israel ke atas rakyat Palestin, bukannya mengakhirkan penguasaan ini.

Di bawah perjanjian Oslo, Penguasaan Palestin hanya akan menerima 17 peratus daripada Tebing Barat dan 60 peratus daripada Gaza. Penguasaan Palestin hanya akan diberikan sedikit kuasa. Ia akan dipisahkan menjadi dua kawasan yang akan kekal di bawah kekuasaan Israel. Jalan raya di sekeliling kawasan-kawasan ini akan kekal di bawah kawalan Israel.

Penempatan-penempatan Israel akan kekal seperti sekarang. Tidak ada seorang pun daripada lima juta pelarian Palestin yang akan dibenarkan kembali ke rumah-rumah mereka di Israel. Di mesyuarat Kem David pada tahun 2000, rakyat Palestin ditawarkan penguasaan ke atas 50 peratus daripada Tebing Barat – kerana dua kawasan gurun panas luas ditambah kepada bahagian Penguasaan Palestin.

Kehidupan bagi rakyat Palestin terus melarat di bawah proses kedamaian tersebut. Ariel Sharon, perdana menteri Israel pada masa ini, melawat Masjid Al-Aqsa di Jerusalem pada bulan September 2000. Sharon bertanggungjawab untuk pembunuhan 2,000 rakyat Palestin di kem-kem pelarian Lubnan, iaitu Sabra dan Shatilla pada tahun 1982. Lawatan dia ditafsirkan untuk memalukan rakyat Palestin.

Mereka meletus dalam kemarahan, dan begitulah bermulanya intifada baru.

Apakah peranan Yasser Arafat?
Yasser Arafat muncul ke dalam cahaya kerana menentang kuasa Israel dengan berani. Tetapi dia kini mewakili bahagian rakyat Palestin yang ingin membuat perjanjian dengan Israel tanpa mengira akibat bagi rakyat Palestin biasa.

Dia terperangkap di tengah dan terpaksa bertindak menentang rakyatnya sendiri. Itulah mengapa intifada merupakan pemberontakan bukan sahaja terhadap pemerintahan Israel tetapi juga menentang perjanjian-perjanjian Yasser Arafat.

Adakah Zionisme sama dengan rasisme?
Zionisme adalah gerakan politik bagi tanahair Israel. Ia merupakan balasan terhadap pertumbuhan anti-Semitisme, atau kebencian orang Yahudi, di Eropah Timur pada hujung abad ke-19.

Idea tersebut merupakan penghantaran sebahagian daripada penduduk Israel ke sebuah kawasan dunia yang bebas daripada perasaan anti-Semitisme. Tetapi ini bermaksa menghalau rakyat Palestin dari tanah mereka dan menafikan hak politik kepada mereka yang masih berada di sana.

Orang Yahudi yang menetap di Palestin berubah dari rakyat yang ditindas di Eropah menjadi penindas di Timur Tengah. Israel merupakan “kawasan Israel bagi penganut Yahudi,” walaupun sejuta orang daripada penduduknya, iaitu satu perlima daripada jumlah penduduk, merupakan rakyat Palestin.

Selepas Israel diasaskan, 85 peratus daripada tanah rakyat Palestin dirampas daripada mereka. Kerajaan Israel berbelanja 50 peratus kurang bagi pendidikan seorang Arab daripada seorang Yahudi.

Gaji sejam purata bagi seorang Yahudi adalah 33 peratus lebih tinggi daripada gaji seorang Arab. Tidak terdapat satu bandar Arab yang dibina di Israel sejak tahun 1940-an. Lebih kurang 22,000 permohonan perumahan Arab telah ditolak pada tahun 2000 sehaja.

Kebanyakan kampung Palestin tidak mempunyai bekalan air atau elektrik, dan rakyat Palestin dikecualikan daripada kebanyakan pekerjaan. Sebahagian besar daripada pihak Zionis melihat rakyat Palestin dan Arab sebagai makhluk yang lebih lemah. Menachem Begin, perdana menteri Israel pada tahun 1980-an, pernah menghuraikan rakyat Palestin sebagai “binatang berkaki dua.” Ramai orang Yahudi di seluruh dunia berasa jijik dengan polisi-polisi Israel.

Apakah hak pemulangan?
Pada masa ini, Hak Pemulangan Israel membenarkan mana-mana orang Yahudi dari mana-mana di dunia untuk menetap di Israel. Daripada lima juta pelarian Palestin, 88 peratus hidup di Timur Tengah berdekatan dengan rumah-rumah sejati mereka, tetapi tidak mempunyai hak pemulangan.

Sememangnya, terdapat kawasan yang mencukupi bagi kesemua pelarian ini di dalam sempadan Israel. Lebih 90 peratus daripada pelarian tersebut dapat kembali ke kawasan-kawasan kosong di mana mereka dan keluarga mereka pernah menetap.

Tetapi ini akan mengancam sifat rasis kerajaan Israel. Rakyat Palestin akan menjadi majoriti dan akan menentang pihak Zionis. Pemimpin-pemimpin Israel tidak akan membenarkan ini berlaku.

Dapatkah perlulusan Amerika Syarikat yang diluluskan di Persatuan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) bagi “dua negara, Israel dan Palestin, hidup di samping satu sama lain,” membawa kedamaian?
Rancangan Amerika Syarikat merupakan tipu-helah sinis untuk menghebohkan sokongan Arab demi serangan Amerika Syarikat ke atas Iraq. Bush berucap mengenai ‘wawasan’ untuk negara Palestin apabila dia inginkan sokongan Arab bagi pengeboman Afghanistan pada tahun yang lalu. ‘Wawasan’ dia melesap dengan laju.

Perlulusan PBB tidak membuat sebarang rujukan kepada pendudukan haram Israel ke atas Palestin. Ia tidak menuntut pengeluaran penetap-penetap Israel dari tanah Palestin. Israel memberikan sokongan bagi perlulusan PBB tersebut.

Seruan Amerika Syarikat adalah langkah ke belakang dari perlulusan-perlulusan PBB yang lain dalam 53 tahun yang lalu. Perlulusan-perlulusan ini telah menyarankan agar Israel mengundur diri dari Kawasan-Kawasan Diduduki dan bagi pelarian Palestin dibenarkan kembali ke rumah mereka.

Amerika Syarikat dan Israel tidak menghiraukan perlulusan-perlulusan ini. Pemimpin-pemimpin Amerika Syarikat melihat Israel sebagai “anjing penjaga” mereka, menjaga daripada kemungkinan rakyat jelata bangkit menentang pemerintah-pemerintah Arab yang korupse dan mengancam kawalan minyak mereka.

Amerika Syarikat telah memberikan Israel sebanyak AS$92 bilion dalam bantuan ekonomi dan ketenteraan sejak tahun 1967. Pengaruh Amerika Syarikat di Timur Tengah adalah masalah di kawasan tersebut, bukannya penyelesaian.

Apa kata pihak sosialis?
Pihak sosialis berdiri bersatu dengan rakyat Palestin.

Rakyat Palestin mempunyai hak untuk mempertahankan diri mereka dan menentang penindasan Israel. Tentera Israel yang bersenjata dengan senapang-senapang terbaru Amerika Syarikat, helikopter-helikopter, kereta kebal dan jet-jet pejuang sedang membunuh kanak-kanak yang bersenjata hanya dengan batu.

Dua negara yang berasingan bukannya penyelesaian yang baik. Itu akan bermakna sebuah Israel yang lebih kuat dari segi ekonomi dan ketenteraan terus menguasai Palestin yang lemah.

Satu-satunya penyelesaian demi kedamaian dan keadilan sejati di Timur Tengah adalah sebuah negara Palestin demokratik dan sekular di mana kaum Yahudi dan Arab dapat hidup bersama-sama dalam kedamaian. Setiap satu pelarian Palestin mesti dibenarkan kembali, dengan hak-hak penuh bagi kesemua minoriti kebangsaan.

src : arts.anu.edu.au/suara/sw1.rtf



Tepat pukul tiga pagi, ketika semua orang sudah pulas tidur ada seorang kakak yang kurang siuman membakar rumah keluarganya sendiri. Rumah menghitam diratah api. Nasib baik, semua ahli keluarga sempat keluar termasuk si pembakar.

Bomba dihubungi. Berkejaran tergesa-gesa, bomba sebaliknya menyembur rakus rumah-rumah jiran yang bersebelahan rumah yang terbakar. Rumah yang belum terbakar lenjun, barulah rumah yang terbakar itu pula disembur.

Mungkin anda sudah mengesan motif saya.

Seterusnya, saya bertanya, "Kenapa rumah yang belum terbakar itu disembur air bukan yang sedang terbakar?"

Jawab ahli bomba yang komited itu, "Rumah yang belum terbakar di sebelahnya lebih kami utamakan, supaya tidak turut terbakar oleh api yang melarat-larat."

Mungkin anda sudah mengesan motif saya. Apa kaitannya dengan isu Palestin?

Saya menulis memberitahu perkara yang sudah diketahui. Umumnya ada di kepala. Tetapi saya cuma menyusunnya di dalam bentuk kata supaya barangkali terkait dengannya pada konteks baru.

Saya ingin membawa anda keluar.

Tuhan yang sedang bersemayam di Arasy, di luar batasan Qada dan Qadar telah menciptakan semua manusia. Jadilah ia Muslim, Kristian, Yahudi, Buddha, Hindu, atau atheis. Agama Nafsu ada pada semua.

Tuhan itu Tuhan yang satu dan sama menerapkan Qada bagi Qadar yang sama. Samada entiti berQadar itu diuli oleh tangan manusia yang menyembahNya, atau menyembah selainNya.

Tuhan yang sama menegaskan bahawa telah dipergilirkan sepanjang sejarah manusia jatuh bangun sesuatu kaum bagi menjadi pengajaran kepada ummat manusia yang dikasihi. Semua ada di dalam KitabNya. Semua ada di artifak-artifak arkeologi andai anda tidak mempercayai KitabNya.

Bertanya pensyarah saya kepada seorang rakan palestin di UK, "Brother, what can we do for you to help?"

"The only thing you can do is, you yourself to become a better muslim."

Manusia yang bangun sehingga tepu akan lalai sehingga kembali jatuh ke dasar. Manusia yang ditakdir bermula di dasar kerana perbuatan tangan nenek moyang mereka yang tolol akan mencanak otaknya berfikir sehingga ia kembali menguasai dunia. Mereka rakus meratah-ratah manusia yang sedang lalai, yang terlebih dahulu meratah nenek moyang mereka, pada fikiran mereka begitu.

Berkata seseorang, "Man does best under greatest pressure."

Manusia-manusia itu seperti molekul-molekul udara, semakin terhimpit, semakin besar kuasanya. Apabila mengembang, layu ia ditiup angin.

Apabila kelayuan, tidak ada apa-apa yang boleh menghalangnya daripada ditiup angin. Tidak ada apa-apa. Berilah quota di IPTA, berilah 'ketuanan', berilah klaus istimewa 'perlembagaan', berilah apa saja, semakin hari mereka akan semakin terhimpit dan terhimpit. Kerana yang lalai pastinya dungu.

Sehingga suatu masa mereka akan diratah satu persatu menyedarkan si anak dari lena. Setelah itu baru ada yang mula tidak mahu menjadi dungu seperti nenek moyangnya.

Saat itu mereka akan bangkit. Sayangnya, menyorot sejarah, kebangkitan itu selalunya dibayar dengan harga yang begitu mahal. Dan kita, insyaAllah, berkesempatan melihat bagaimana ummat Islam membayar harga itu sedikit masa lagi.

Salahudin Al-Ayyubi 2 takkan lahir di antara 1.8 bilion buih-buih, tetapi di antara 1000 orang yang paling tegar tinggal liat lehernya untuk disembelih.

Mungkin sebentar lagi, kali ini, bukan lagi tampang persis Salahuddin Al-Ayyubi. Mungkin Nabi Isa Alaihissalam di hujung penantian. Kerja Tuhan sentiasa rahsia.

Mereka bukan mempertahankan tanah air semata. Mereka mempertahankan agama. Agama yang ada di Eropah. Yang ada di Indonesia. Yang ada di mana-mana, bahkan di Malaysia. Agama yang ada di tangan kita yang sedang layu.

Manusia yang layu tidak mungkin terjaga oleh 'ketuanan', keistimewaan, sistem quota, sabsisi, atau sebagainya. Tetapi dengan jiwa yang sedar dan bangkit. Pasti tidak, sehingga kepala menyaksikan harga yang dibayar oleh bapak-bapak dan ibu-ibu mereka. Sejarah menceritakan, kebangkitan itu selalunya dibayar dengan harga yang cukup mahal.

Di dalam marah usah sedih tetapi bersemangat. Bersemangat bukan di mulut, tetapi di hati, di jiwa, dan di saat sepi dan gelap malam di hadapan Pencipta.

Mengapa sedih untuk saudara yang syahid? Apa tidak cukup syahid itu untuk mereka?

Tidak pula sedih melihat anak-anak muda sendiri yang 'syahid' di litar yang salah? Di jarum yang salah? Anak-anak muda yang 'syahid' di pusat-pusat serenti? Anak-anak gadis yang 'syahid' kegadisannya dibelasah setan nafsu? Badut-badut agama seperti aku pula bersembang merata-rata tangan mengabaikan apa saja. Mereka-mereka ini akan disembelih sedikit masa lagi.

Tanpa sedar barangkali, bangun sang badut-badut itu bermohon berdoa kadang-kadang sampai menangis kepada Tuhannya.

Berdoalah ia sedang Al-Quran jarang dijamahnya. Berdoalah ia sedang Sunnah Rasul entah ke mana. Berdoalah ia sedang jiran-jiran semuslim masih belum dikenalinya. Berdoalah ia sedang selepas itu berjalan ia mencaci-caci saudara, mengumpat dan membiarkan si tua berdiri di dalam kubus komuter. Berdoalah ia kadang-kadang ia sendiri tidak pasti kepada siapa ditujukan doanya itu.

Sehingga dosa-dosa ini membuat aku malu untuk berdoa. Aku malu yang teramat malu untuk berdoa.

'Syahid' melayu, bangsaku, lebih aku tangisi berbanding syahid Palestin di Gaza. Kebodohan yang ada di kepala saat ini lebih aku tangisi berbanding apa yang ada di sana.

Umat ini umat yang layu. Umat yang bakal disembelih lehernya oleh musuh agama.

Untuk menyelamatkan Palestin, selamatkanlah apa yang semakin pudar di jiwa kita. Selamatkan. Selamatkan.

Allah Tuhan semua manusia, samada manusia itu mengakui atau mengingkari, bahkan yang membenci. Sifat RahmanNya ada untuk kita, juga untuk Yahudi laknat.

Semoga dipercepatkan keruntuhan ini, supaya aku dapat melihat kebangkitannya. InsyaAllah.
Astaghfirullahal'azim. Pohon ampun semua dosa. "

src : http://www.webkl.net/article3439.html



O Allaah, they are in urgent need of Your Mercies, O Allaah, they are in urgent need of Your Mercies, O Allaah, they are in urgent need of Your Mercies, so send upon them
Your Mercies O Rahmaan, O Raheem, so send upon them Your Mercies O Rahmaan, O Raheem.



O Allah, we want Your help against them and seek Your protection against their atrocities.

Oh Allah! Revealer of The Book, Controller and Dominator of the clouds, Defeater of the armies of Your enemies…defeat them and make the ground shake beneath their feet, and show us in them the wonders of Your Might, for they are weak before You, O Mighty, O Powerful.

O Allaah, You are our Helper, and You are our Victor, and You are sufficient for us, and the best guardian.

O Allaah, break free the shackles of our prisoners and the prisoners of the Muslims, O Allaah, break free the shackles of our prisoners and the prisoners of the Muslims, O Allaah, break free the shackles of our prisoners and the prisoners of the Muslims, and return them safely to their families.

O Allaah, they are in urgent need of Your Mercies, O Allaah, they are in urgent need of Your Mercies, O Allaah, they are in urgent need of Your Mercies, so send upon them Your Mercies O Rahmaan, O Raheem, so send upon them Your Mercies O Rahmaan, O Raheem.

O Allaah, whoever has harmed them, then harm him, and whoever has shown enmity to them, then show enmity to them.

There is not God worthy of worship but You, Glory be to You, Truly we have been of the wrongdoers.

O Allaah, Your allies are strong, Your praise is glorified, Your names are sanctified, O Allaah, Your command cannot be repelled, and Your armies cannot be defeated,

O Allaah, return al-Masjid al-Aqsa to the Muslims, O Allaah, return al-Masjid al-Aqsa to the Muslims, O Allaah, return al-Masjid al-Aqsa to the Muslims, and bestow on us a prayer in it before we die.

O Allaah, purify it from the brothers of monkeys and pigs, O Allaah, tear them to pieces, and sow dissension between them and their followers.

O Allaah, rectify the affairs of the Muslims in Palestine, O Allaah, rectify the affairs of the Muslims in Palestine and in every place, O Lord of Majesty and Bounty.

Amin ya Rabbal Alamin~

src : src : http://www.islamicboard.com/general/134280993-beautiful-dua-must-hear-read.html

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contributors

 **Note:

For those who wants to use or spread contents in this blog, please proceed without my permission. Shukran Jazilan.

geocounter

Doa Qunut Nazilah

“Ya Allah, sesungguhnya kami bermohon pertolongan Mu, kami meminta ampun kepada Mu, kami memohon petunjuk dari Mu, kami beriman kepada Mu, kami berserah kepada Mu dan kami memuji Mu dengan segala kebaikan, kami mensyukuri dan tidak mengkufuri Mu, kami melepaskan diri daripada sesiapa yang durhaka kepada Mu.

Ya Allah, Engkau yang kami sembah dan kepada Engkau kami bersalat dan sujud, dan kepada Engkau jualah kami datang bergegas, kami mengharap rahmat Mu dan kami takut akan azab Mu kerana azab Mu yang sebenar akan menyusul mereka yang kufur Ya Allah, Muliakanlah Islam dan masyarakat Islam. Hentikanlah segala macam kezaliman dan permusuhan, Bantulah saudara-saudara kami di mana sahaja mereka berada. Angkatlah dari mereka kesusahan, bala, peperangan dan permusuhan.

Ya Allah, selamatkanlah kami dari segala keburukan dan janganlah Engkau jadikan kami tempat turunnya bencana, hindarkanlah kami dari segala bala kerana tidak sesiapa yang dapat menghindarkannya melainkan Engkau, ya Allah.”

BlogTopSites