4ayesha

Daripada ABU HURAIRAH r.a, RasuluLLah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang menyeru (manusia) kepada hidayah, maka baginya pahala sebanyak pahala yang diperolehi oleh orang-orang yang mengikutnya tanpa dikurangi sedikitpun pahala mereka." Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab al-'Ilm (2674), Imam Malik dalam Muattha'(2674), Ahmad (9171), Abu Dawud (4609), Turmudzi (2674), ad-Darimi (513), ibnu Majah (206), ibnu Hibban (112), al-Bagahwi (109)

Followers


Bagaimana Bergaul dgn manusia,…

Assalamualaikum.Wr.Wb.

Allah SWT berfirman dalam surah Al Hujurat(13)
"Wahai manusia,sesungguhnya kami menciptakan dari seorang lelaki dan perempuan,dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa,dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal.Sesungguhnya orang yang paling mulia antara kamu disisi Allah adalah yang paling bertakwa diantara kamu".

Rasulullah bersabda:
"Perbaguslah persahabatan dgn sahabatmu,niscaya kamu menjadi Muslim"

Imam Ali berkata:
"Dengan pergaulan yang baik,persahabatan menjadi lembut,kecintaan berlanjut".

Prinsip-prinsip dalam pergaulan:

1) Pergaulan yang berlandaskan Taqwa

Seseorang menjalin hubungan social dgn saudara.Pada saat hubungan anda dgnnya berlangsung, terjadi kesalah fahaman. Seperti perselisihan pendapat ttg masalah tertentu, apalagi yang menyangkut ttg harga diri dan prestise anda. Kondisi ketakwaan yang ada dlm diri anda,akan memaafkan kesalahan teman saudara itu.

2) Akhlak yang mulia :

Akhlak yang mulia merupakan penopang penting suatu pergaulan yang baik dgn sesama manusia. Akhlak yang mulia, menimbulkan kecintaan manusia kepada kita. Inilah rahasianya,mengapa orang yang berakhlak mulia selalu di kelilingi dan dicintai manusia.

3) Berikan kepada manusia hak-hak mereka:

Seorang lelaki mengadukan Ali bin Abi thalib as, kepada Umar bin khattab, ketika itu Ali sedang duduk. Umar bin khattab lalu menoleh kepada Ali, dan berkata kepadanya "Wahai Aba Hasan, duduklah bersama "lawanmu".
Ali pun duduk bersama lelaki itu, dan berbicara dgnnya. Tatkala lelaki itu pergi dan Ali kembali ketempatnya semula, Umar Bin Khattab melihat perubahan wajah di muka Ali. Maka beliau pun bertanya:
"Wahai Ali,apakah engkau tidak suka apa yang terjadi?"
Ali menjawab "benar".
Umar bertanya lagi, apakah itu? Ali menjawab:
"Bukankah engkau telah mengatakan, Wahai Ali duduklah bersama lawanmu".

Mendengar itu Umarpun memeluk Ali As,dan menciumnya,dan berkata:
"Demi ayah dan ibuku, Allah telah memberikan petunjuk kepada kita, dan dgn mu Allah
telah mengeluarkan kita dari kegelapan kepada cahaya".


Begitulah saudara2 sekalian. Bagaimana kita bersikap dan berakhlak terhadap sesama teman kita. Jangan sekali-kali kita menyudutkan seseorang dgn mengemukakan aibnya didepan Umum. Di dalam sebuah Hadist disebutkan :
"Siapa yang menutupi aib manusia, maka Allah pun di hari kiamat kelak akan menutupi
aibnya".
Bila kita ingin memberitahukan aibnya juga, sampaikanlah secara pribadi, bukan didepan Umum, atau didepan temannya. Dan jgn sesekalipun kita menyebutkan kesalahan seseorang didepan teman yang lain, apalagi didepan musuh, atau lawannya.

4) Berikan kepada manusia Hak-hak mereka :

Di dalam kitab Makarimul Akhlak(kemuliaan Akhlak),ada disebutkan hal-hal yang hrs diperhatikan, sebagaimana diriwatkan oleh Imam Ali bin Husain as:

a) Hak Allah SWT, yang paling besar, terhadapmu adalah, engkau tidak menyekutukannya, dan engkau harus menyembahNya. Jika engkau melakukan itu dgn ikhlas, maka Allah mewajibkan atas diriNya, mencukupkan urusan dunia dan akhiratmu.

b) Hak sahabatmu engkau mencukupinya, ketika ia dalam kekurangan. Menghormatinya jika dia lagi dalam keadaan berada. Jgn engkau berikan keputusan tanpa memperhatikan keputusannya. Jangan mengkhianatinya, baik dlm urusan besar maupun kecil. Sesungguhnya Allah bersama dua orang yang berserikat, selama keduanya tidak saling mengkhianati. Dan Bagi dua orang yang saling berkasih sayang, dan saling mencinta karena Allah, kelak mereka mendapat naungan dari Allah, dihari akhirat, dimana tiada lagi disaat itu kecuali naungan Allah semata.

5) Tawadhuk kepada manusia :

Dalam sebuah Hadist disebutkan
"Tawadhu, tidak kan menambah seseorang hamba, kecuali kemuliaan".
Sebahagian orang berpendapat bahwa Tawadhu, berarti merendahkan diri bukan pada tempatnya.

Muncul pertanyaan,apakah semua manusia layak kita tawadhu? Jawabnya jelas tidak. Manusia yang layak kita tawadhui adalah saudara-saudara kita sesame mukmin, dan juga manusia yang baik-baik, apapun agama mereka, bahasa mereka, suku bangsa mereka, strata social mereka, dan ras mereka. Adapun orang yang alim, borjuis, sombong dan munafik, mrk itu tidak layak di tawadhui. Bahkan Islam mengajarkan, bahwa bersikap sombong terhadap orang yang sombong adalah wajar.

Tawadhu,merupakan pilar penting dlm pergaulan sesama manusia. Dgn tawadhu,seseorang dapat masuk kedalam hati manusia dan memperoleh kecintaan mereka.

6) Tunjukkan minat yang besar dalam pergaulan:

Tanpa minat yang besar dalam pergaulan, kita tak mungkin bergaul secara bijak dgn mereka, bahkan tanpa minat tsb, mungkin kita tdk bisa menjalin hubungan dgn mereka, dan kita akan hidup menyendiri dan terisolir.

7) Berikan perhatian yang tulus kepada manusia:

Rasulullah bersabda:
"Hati diciptakan dgn mencintai orang yang berbuat baik kepadanya, dan membenci orang
yang berbuat buruk kepadanya."

(kitab Mizan Al Hikmah)

Pernahkah kita menangkap burung dgn menjeratnya? Tidak ragu lagi, pasti pertama-tama kita tentu meletakkan jerat ditempat yang aman, dan meletakkan makanan yang disukai burung didalamnya. Setelah itu dgn gerakan perlahan-lahan kita menampakkan sikap baik dan lembut kepadanya, dan mengiringnya kedalam perangkap. Dgn begitu kitapun dpt dgn mudah menangkap burung tsb. Namun jika kita bersikap sebaliknya, setiap kali kita mengiring burung kedalam perangkap, setiap itu pula burung tsb lari dan menjauh".

Coba saja perhatikan kucing. Kalau kita berhati lembut padanya, dgn membelai-belai badannya, apalagi lehernya di elus-elus, pasti kucing tersebut akan mendekat terus
kepada kita dan akan mengikuti kita ke mana pun kita pergi. Tapi cobalah pegang ekor kucing itu dgn kasar, maka InsyaAllah kitapun dgn serta merta akan digigitnya.

Di dalam bersahabat pun demikian. Manusia itu tak obahnya seperti burung yang terbang bebas. Kita tak mungkin menjalin hubungan yang baik dgn sesama manusia, kecuali jika kita berbuat baik, dan menunjukkan perhatian yang tulus kepada mereka(bukan perhatian yang dibuat-buat), tetapi perhatian yang benar-benar ikhlas lillhi ta'ala. (Dan inipun berlaku utk semua jenis hubungan apa saja) Bukan utk tujuan keduniaan, saling memberi dan menerima (Give and take).

Bila kita menyakiti, atau melecehkan manusia, yakinlah, manusia itu akan lari dari
kita, percayalah akan hal ini.
Ia tdk kan pernah memberikan perhatian kepada kita, dan bahkan ia akan lari dari kita, sbgmn binatang ternak lari dari serigala yang akan menerkamnya.

8) Katakan bahwa mereka penting dan puji sifat-sifat baik mereka:

Imam Ali berkata:
"Hati manusia itu liar, barang siapa menjinakkannya, maka ia akan jinak kepadanya".

Sungguh hati manusia itu seperti binatang buas yang liar,namun tatkala kita mulai menunjukkan perhatian kepadanya dan mengistimewakannya, dan menyatakan bahwa
dirinya penting bagi kita maka ia akan berubah menjadi binatang jinak, berkumpul disekitar kita. (hal ini sgt penting di ketahui oleh kita-kita yang ingin menarik
manusia yang kurang Imannya, ataupun manusia yang sesat, juga non muslim, jgn terlalu bersikap ekstrim, ketat atau keras terhadap sesama manusia, ngak boleh ini dan itu, harus begini dan begitu, berikan mereka kebebasan berfikir, berbuat dan
berpendapat, niscaya suatu saat mereka akan mengerti diri kita juga, dan inipun berlaku bagi semua hubungan disegala komunitas).

Wong kucing saja, ngak mau dikasarin, dikerasi, dikurung dan seumpama itu, apalagi
manusia, yang berwatak liar dan bebas. Tetapi beda dgn anjing, tatkala kita diam, ia bisa menggigit kita, apalagi kalau kita lari. Tetapi kalau kita berusaha membelalakkan mata kita, sambil berpura-pura merunduk dan mengambil batu, niscaya ia akan lari dan takut utk menggigit kita.

9) Hargai pikiran,perhatian dan kesenangannya :
Dr.Arsis Jates,dalam bukunya Ilmu jiwa pendidikan, mengatakan:
"Sesungguhnya spesies manusia, secara keseluruhan merindukan kasih sayang".

Cobalah kita perhatikan bagaimana seorang dokter menghadapi pasien. Pasti sang dokter akan bersikap lemah lembut, bertanya akan apa yang diderita pasien, sehingga sang pasien pun dgn secara rinci menyebutkan peyakit apa yang dideritanya. Nah tatkala itu tentu dgn mudah sang dokter memberikan obat yang cocok buat pasien. Jadi obat yang diberikan adalah sesuai dgn penyakit yang dideritanya. Seorang dokter
haruslah bersikap kasih sayang, tenang, lapang dada, rendah hati dan sopan. Kelembutan dan kasih sayang dokter adalah setengah dari obat dari suatu penyakit yang diderita oleh pasien.

10)Beri ia kesempatan utk menjaga kehormatannya:

(Bersambung….)

src : http://www.mail-archive.com/rantau-net@rantaunet.com/msg11906.html

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Contributors

 **Note:

For those who wants to use or spread contents in this blog, please proceed without my permission. Shukran Jazilan.

Blog Archive

geocounter

Doa Qunut Nazilah

“Ya Allah, sesungguhnya kami bermohon pertolongan Mu, kami meminta ampun kepada Mu, kami memohon petunjuk dari Mu, kami beriman kepada Mu, kami berserah kepada Mu dan kami memuji Mu dengan segala kebaikan, kami mensyukuri dan tidak mengkufuri Mu, kami melepaskan diri daripada sesiapa yang durhaka kepada Mu.

Ya Allah, Engkau yang kami sembah dan kepada Engkau kami bersalat dan sujud, dan kepada Engkau jualah kami datang bergegas, kami mengharap rahmat Mu dan kami takut akan azab Mu kerana azab Mu yang sebenar akan menyusul mereka yang kufur Ya Allah, Muliakanlah Islam dan masyarakat Islam. Hentikanlah segala macam kezaliman dan permusuhan, Bantulah saudara-saudara kami di mana sahaja mereka berada. Angkatlah dari mereka kesusahan, bala, peperangan dan permusuhan.

Ya Allah, selamatkanlah kami dari segala keburukan dan janganlah Engkau jadikan kami tempat turunnya bencana, hindarkanlah kami dari segala bala kerana tidak sesiapa yang dapat menghindarkannya melainkan Engkau, ya Allah.”

BlogTopSites